Seperti hari kemarin, hujan datang disaat orang-orang beristirahat. Langit malam datang membawa perasaan yang sama disaat raga hampir tak bernyawa. Mencoba memikirkan tentang apa yang dia tak pikirkan. Tak mudah memang, hanya ini jembatan cara agar kubisa dekat dengan seseorang yang asing. Dengan tinta hati dan ingatan, kumulai gambarkan sketsa rupanya di atas kertas perasaan. Tapi tunggu sejenak, ada satu hal yang harus kau tahu. Aku ini tak pandai menggambar. Apalagi menggambar rupamu yang indah itu. Jadi mampirlah ke sini. Bantu selesaikan sketsa rupamu di atas kertas perasaan yang kabur akan tentangmu.
Malam semakin malam, angin yang lembut mulai terasa mengelus kulit. Kadang, hujan memang membuat sesuatu hal menjadi nyaman. Begitu pula saat mengingat tatapan di hari itu. Tatapan manis yang seolah-olah menarik keinginan tuk bersenyum. Tak kuasa tubuh ini untuk menahan rasa ingin menjumpai. Sekedar bercerita akan hari kemarin atau bercerita tentang siapa pengagum rahasia dirinya.
Perjumpaan indah di hari itu, telah direkam dalam memori yang terletak di palung hati. Jika kau ingin melihatnya, cukup katakan pada pengagummu ini. Akan kuceritakan perjumpaan itu sampai kau ingin mengulanginya lagi.
Mungkin benar apa kata orang-orang, mata adalah jendela hati. Mata adalah saksi bisu dimana perjumpaan pertama terjadi. Mata telah mengajarkan cara berkenalan disaat mulut tak kuasa memulai pembicaraan, dan tubuh yang terbujur kaku akan rupanya yang menawan.
Cerita ini adalah cerita singkat antara dua pribadi yang belum saling mengunci hati. Berharap terbentuknya alur cerita panjang yang terukir di dalam hati, dan takkan terpisah oleh semesta yang luas ini. Semoga lamunan kosong ini takkan terulang lagi di kemudian hari. Terganti oleh kecemasan akan dirimu untuk berpaling hati.


Aenjeaye sam beger wkwk
BalasHapusRemaja budak cinta wkwk
BalasHapusAw aku baper
BalasHapusANJIR RIPUH MNH HAHAHAHA
Hapus