why so serious -einstein

Kamis, 24 Agustus 2017

Stop making stupid people famous.

Pict by The Odyssey Online
Stop making stupid people famous, mungkin lo sendiri tau apa maksud dari kalimat inggris ini. Dan tiba-tiba aja kalimat ajakan ini muncul di kepala gue. Jujur, post ini gue buat karena keresahan gue akan kemajuan teknologi informasi yang maju begitu pesat belakangan ini. Semakin berkembangnya zaman khususnya di bidang teknologi informasi, sudah sepatutnya pola pikir manusia ikut berkembang pula beriringan. Tapi kenyataannya, masih banyak orang yang belum cukup bisa buat itu jadi nyata. Dan karena hal itu terjadi, munculah orang yang nggak begitu penting bisa terkenal dengan gampangnya. Nggak punya prestasi, nggak punya kualitas tapi anehnya bisa terkenal. Really, how can this kind of human is highlighted by media? Gue sendiri aja bingung.

Seperti apa yang gue bilang, sudah sepatutya pola pikir manusia ikut berkembang beriringan dengan berkembangnya teknologi informasi. Dan imbasnya kalau nggak beriringan dan nggak bisa berimbang ya munculah orang bodoh yang terkenal. Terus mungkin bertanya kok bisa terkenal? Jawabannya sebenarnya simple. Stupid people can be famous by other stupid people. Orang bodoh bisa terkenal oleh orang bodoh lain. Karena kalau orang-orangnya aja pinter, gue kira nggak bakal ada orang yang bisa buat orang bodoh jadi terkenal.

Salah satu hal yang gue takuti adalah ketika orang-orang nggak sadar akan kebodohannya. Karena inilah kelahiran dimana ada orang bodoh lain bisa terkenal. Kalau udah jadi terkenal, takutnya jadi inspirasi orang-orang. Biasanya seseorang bisa jadi inspirator karena kualitas, prestasi, atau bahkan karena kreatifnya, ini cuman pengen jadi orang yang terkenal tanpa ada hal yang harus dibanggakan dan dicontoh bagi khalayak umum.

Setelah muncul orang bodoh terkenal yang nggak patut dibanggakan, selanjutnya munculah sebuah shitposting yang nggak ada maknanya. Mereka para orang bodoh terkenal share apa yang mereka inginkan tanpa berpikir panjang post mereka bakalan berguna atau nggak bagi orang banyak. Hal ini bisa jadi racun bagi para penerus bangsa. Sudah selayaknya di zaman yang serba modern ini berbagi hal yang berguna bukanlah sebuah kegiatan yang sulit untuk dilakukan. Tapi entah mengapa masih ada aja sebuah shitposting bertaburan buat penurus bangsa lalai dan bodoh.

Sudah saatnya kita untuk sadar, jangan jadi orang bodoh dan lalai lagi. Jadilah orang yang pintar yang nggak buat orang bodoh jadi terkenal. Orang bodoh terkenal yang sekarang hidup udah cukup keberadaannya, jangan buat lagi yang lainnya. Dan jangan biarkan sebuah shitposting yang mereka lakukan meracuni pikiran. Ingatlah kalau itu nggak ada maknanya.

Share:

6 komentar:

  1. Orang bodoh bisa terkenal karena orang bodoh yg lain.. Setuju banget..
    Ya mungkin oranng-orang seperti itu ngak dianggap keberadaannya di dunia nyata.. Akhirnya mereka berkoar-koar dengan membuat postingan atau sesuatu yg bener-bener ngak bermanfaat.. Dan bodohnya lagi, yang lainnya ikur berkoar-koar pula..
    Ckckck

    BalasHapus
  2. Hmm, semua tergantung pola pikir sih. Ngga ada orang bodoh yang bisa sadar bahwa dia bodoh, kan bodoh. Tapi, bukan itu intinya. Gue bukan merasa diri paling pinter atau benar, tapi kita yang tahu diri kita masih berada di jalur yang benar, jangan pindah ke jalur yang salah.

    BalasHapus
  3. Memperhatikan perkembangan media sosial mmg bikin prihatin ya. Banyak mmg sisi positifnya, tpi sisi negatifnya jg ga sedikit. Salah satunya yg kyk Sam bilang, gara2 fiture share, skarang gampang bgt orang2 menyebarluaskan konten apapun itu yg ia sukai. Akibatnya ada fenomena stupid stupid seperti yg Sam bilang. Mungkin kita yg sdh paham hrs konsisten di jalur kita, dan mengedukasi orang lain untuk ga sembarang share tanpa cek ganda informasi dan pertimbangan sisi manfaatnya.

    BalasHapus
  4. gue setuju banget sama artikel ini. Dewasa ini setelah nstagram dan youtube makin booming makan orang orang makin banyak menjadi penggunanya, banyak sekali lahir instaseleb dan youtubeselem. Dan tragsnya memang karena mereka terkenal dan banyak fansnya padahal mereka nggak guna begitu, eh malah dicontoh. Mana pengguna yang banyak juga para remaja yang masih krisis jati diri. Makin rawan dan bahaya. Macam Awkarin itu aduhhh...sedih ngeliatnya..memang perkembangan teknologi itu sarat dampak positif dan negatifnya ya..tapi negatifnya itu bahaya pisan.

    BalasHapus
  5. Bener banget. Masyarakat kita entah karena kurang cerdas, entah karena kepo, hobi banget ngeshare tulisan/kicauan ga bermutu orang-orang yang IQ nya jongkok. Akibatnya, mereka malah jadi terkenal karena tulisan/kicauannya tersebar luas. Liat aja tuh selebgram/youtubers yang sedang populer di kalangan anak-anak muda. Gak sedikit jumlahnya yang menjadi terkenal akibat konten-konten ga bermutu: Awkarin yang jadi selebgram akibat ngepost video nangis-nangis karena diputusin pacar misalnya, atau Vicky Prasetyo yang jadi presenter akibat kicauan-kicauan dalam Bahasa Inggris yang kacau balau. Lah, orang-orang kayak gitu kok malah jadi terkenal? Sementara kita punya banyak sahabat-sahabat blogger yang tulisannya kritis dan bermutu, tapi jumlah pageviewnya ga tembus-tembus lima digit.

    "Itu masalah personal brandingnya aja, Kev" kata salah seorang sahabat aku yang kerja di advertising. Tapi ya memang ironisnya adalah, personal branding dengan cara cari sensasi (sensasi negatif) itu sangat efektif di kalangan masyarakat kita.

    BalasHapus
  6. Kalo orang bodoh bisa terkenal menurut saya sih karena masih banyak orang bodoh lainnya, makanya orang bodoh mudah sekali terkenal. Seandainya suatu kebodohan itu gak dimaklumkan masyarakat banyak pasti orang bodoh gak akan dengan mudahnya terkenal. Sayangnya segala sesuatu yang bodoh masih dianggap meng-entertaint disini, makanya gak heran lagi banyak orang-orang yang gak jelas prestasinya jadi terkenal.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

NEW

HOT

community.

absurd people.