why so serious -einstein

Sabtu, 24 Februari 2018

ditolak.

Time flies so fast, nggak terasa beberapa bulan lagi gue bakal meninggalkan masa sma. Selama perjalanan hidup gue, masa sma jadi masa paling berkesan yang beri beberapa pengalaman berharga dan penting. Diantaranya adalah bekal ilmu yang berguna nanti kelak ketika gue benar-benar disebut orang, atau pengalaman-pengalaman berkesan yang nggak bisa dibeli dan diulang. Mulai dari pengalaman ketawaan bareng sampai batuk-batuk, kena marah guru, liburan bareng, atau bahkan fallin' in love for the first time. Lengkap sudah, semua hal itu cuman ada di sma.

Dan menuju akhir perjalanan sma, beberapa hari kemarin siswa yang bisa ikut serta jalur SNMPTN telah disampaikan dari pusat. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) adalah satu dari beberapa jalur yang bisa ditempuh kalau pengin masuk ke perguruan tinggi melalui penilaian rapot semester 1 - 5. Awalnya gue optimis kalau bisa lolos, tapi ternyata kenyataan nggak memihak gue. Cuman bermodal optimis dan nilai rapot yang nggak terlalu bisa bersaing, gue ceroboh kalau yakin bisa lolos jalur ini. Hal ini justru jadi pukulan bagi gue kalau suatu hal nggak bisa didapat kalau nggak kerja keras dan bersungguh-sungguh saat prosesnya berlangsung.


Nyesel? Iya. Nyesel karena nggak belajar sungguh-sungguh dan lalai selama 3 tahun ini. Selama 3 tahun belajar, hal yang gue lakukan cuman berangkat ke sekolah, menyimak apa yang disampaikan guru, dan pulang. Ketika sampai di rumah, ilmu yang gue dapat entah pergi kemana. Di rumah, gue jarang banget buka buku buat dibaca ulang. Kadang kalau ada pr baru deh dibaca ulang. Itu juga cuman buat pastikan jawaban yang udah gue salin dari internet nggak ada yang typo.

Sekarang baru deh mikir, selama 3 tahun belajar di sekolah gue ngapain aja. Apa gue buta lihat masa depan yang udah ada di depan mata, atau entah udah nggak peduli akan masa depan gue. Tapi yang jelas, perjuangan gue nggak bakal berhenti gitu aja. Masih ada jalur yang bisa ditempuh supaya bisa diterima di ptn yang gue inginkan. Sebelum diumumkan nggak layak ikut SNMPTN, gue udah punya persiapan buat hadapi jalur tes. Walaupun persiapannya belum begitu matang, tapi saat ini gue sedang berusaha agar persiapan yang gue punya bisa buat lolos SBMPTN 2018!

Semangat pantang menyerah semakin terpacu ketika sadar kalau gue anak sulung laki-laki. Sebagai anak sulung, gue punya tanggung jawab yang lebih besar buat keluarga. Beberapa hal yang gue pikirkan adalah bagaimana nanti kondisi roda perekenomian keluarga ketika bokap udah berhenti cari nafkah, atau memikirkan kebutuhan adik ketika menginjak jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Beberapa hal itu gue anggap sebagai bahan bakar api semangat, supaya bisa lebih bijak menyikapi awal perjalanan hidup gue menuju kehidupan yang sesungguhnya.

Makna mengapa harus belajar akhirnya gue mengerti di akhir jenjang sma ini. Dengan belajar, gue bisa meningkatkan kualitas diri gue menuju yang lebih baik. Gue akhirnya sadar kalau gue nggak mau jadi orang yang punya kualitas diri segitu-segitu aja dan akhirnya tenggalam pada saat menghadapi gelombang manis pahit kehidupan.

Terakhir, gue ucapkan terima kasih kepada semua orang yang udah warnai pengalaman gue di sma. Semoga pengalaman yang ada bakal terus gue ingat sampai tua. Dan yang pasti, gue nggak perlu khawatir kalau nanti lupa, karena ada tulisan di blog ini jadi mesin waktu bernostalgia.

Jangan lupa untuk sampaikan pendapatmu di kolom komentar yaaa. 
Share:

Minggu, 28 Januari 2018

bisikkan malam.


Ketika senja menjadi malam dan langit biru terganti bintang,  disaat itulah waktu yang tepat untuk melepas penat hari yang bosan. Pernahkah kau melihat ke atas, melihat banyak titik berkedip yang seolah-olah hidup? Jika kau tak pernah, akan kuajak raga itu untuk kuperkenalkan dengan mereka yang selalu terabaikan setiap malam. Jika kau menolak, cobalah untuk melangkah menyapa angin yang datang. Perkenalkan hati yang lembut itu kepada bintang yang bertaburan, dengarlah bisikkan pelan yang ingin mereka sampaikan. Mereka ingin mengatakan bahwa diluar sana ada pribadi yang ingin menghentikan sebuah lamunan. Memang indah jika bisa menikmati dua kebesaran-Nya di waktu yang bersamaan. Tapi hal itu bukanlah hal yang mudah untuk dua pribadi yang terpisah oleh ruang dan waktu yang berjalan.




Tulisan singkat yang ditulis ketika lagu Fourtwnty - Aku Tenang berjalan.
Share:

Selasa, 16 Januari 2018

lamunan kosong.


Seperti hari kemarin, hujan datang disaat orang-orang beristirahat. Langit malam datang membawa perasaan yang sama disaat raga hampir tak bernyawa. Mencoba memikirkan tentang apa yang dia tak pikirkan. Tak mudah memang, hanya ini jembatan cara agar kubisa dekat dengan seseorang yang asing. Dengan tinta hati dan ingatan, kumulai gambarkan sketsa rupanya di atas kertas perasaan. Tapi tunggu sejenak, ada satu hal yang harus kau tahu. Aku ini tak pandai menggambar. Apalagi menggambar rupamu yang indah itu. Jadi mampirlah ke sini. Bantu selesaikan sketsa rupamu di atas kertas perasaan yang kabur akan tentangmu.

Malam semakin malam, angin yang lembut mulai terasa mengelus kulit. Kadang, hujan memang membuat sesuatu hal menjadi nyaman. Begitu pula saat mengingat tatapan di hari itu. Tatapan manis yang seolah-olah menarik keinginan tuk bersenyum. Tak kuasa tubuh ini untuk menahan rasa ingin menjumpai. Sekedar bercerita akan hari kemarin atau bercerita tentang siapa pengagum rahasia dirinya.

Perjumpaan indah di hari itu, telah direkam dalam memori yang terletak di palung hati. Jika kau ingin melihatnya, cukup katakan pada pengagummu ini. Akan kuceritakan perjumpaan itu sampai kau ingin mengulanginya lagi.

Mungkin benar apa kata orang-orang, mata adalah jendela hati. Mata adalah saksi bisu dimana perjumpaan pertama terjadi. Mata telah mengajarkan cara berkenalan disaat mulut tak kuasa memulai pembicaraan, dan tubuh yang terbujur kaku akan rupanya yang menawan.

Cerita ini adalah cerita singkat antara dua pribadi yang belum saling mengunci hati. Berharap terbentuknya alur cerita panjang yang terukir di dalam hati, dan takkan terpisah oleh semesta yang luas ini. Semoga lamunan kosong ini takkan terulang lagi di kemudian hari. Terganti oleh kecemasan akan dirimu untuk berpaling hati.
Share:

Kamis, 24 Agustus 2017

Stop making stupid people famous.

Pict by The Odyssey Online
Stop making stupid people famous, mungkin lo sendiri tau apa maksud dari kalimat inggris ini. Dan tiba-tiba aja kalimat ajakan ini muncul di kepala gue. Jujur, post ini gue buat karena keresahan gue akan kemajuan teknologi informasi yang maju begitu pesat belakangan ini. Semakin berkembangnya zaman khususnya di bidang teknologi informasi, sudah sepatutnya pola pikir manusia ikut berkembang pula beriringan. Tapi kenyataannya, masih banyak orang yang belum cukup bisa buat itu jadi nyata. Dan karena hal itu terjadi, munculah orang yang nggak begitu penting bisa terkenal dengan gampangnya. Nggak punya prestasi, nggak punya kualitas tapi anehnya bisa terkenal. Really, how can this kind of human is highlighted by media? Gue sendiri aja bingung.

Seperti apa yang gue bilang, sudah sepatutya pola pikir manusia ikut berkembang beriringan dengan berkembangnya teknologi informasi. Dan imbasnya kalau nggak beriringan dan nggak bisa berimbang ya munculah orang bodoh yang terkenal. Terus mungkin bertanya kok bisa terkenal? Jawabannya sebenarnya simple. Stupid people can be famous by other stupid people. Orang bodoh bisa terkenal oleh orang bodoh lain. Karena kalau orang-orangnya aja pinter, gue kira nggak bakal ada orang yang bisa buat orang bodoh jadi terkenal.

Salah satu hal yang gue takuti adalah ketika orang-orang nggak sadar akan kebodohannya. Karena inilah kelahiran dimana ada orang bodoh lain bisa terkenal. Kalau udah jadi terkenal, takutnya jadi inspirasi orang-orang. Biasanya seseorang bisa jadi inspirator karena kualitas, prestasi, atau bahkan karena kreatifnya, ini cuman pengen jadi orang yang terkenal tanpa ada hal yang harus dibanggakan dan dicontoh bagi khalayak umum.

Setelah muncul orang bodoh terkenal yang nggak patut dibanggakan, selanjutnya munculah sebuah shitposting yang nggak ada maknanya. Mereka para orang bodoh terkenal share apa yang mereka inginkan tanpa berpikir panjang post mereka bakalan berguna atau nggak bagi orang banyak. Hal ini bisa jadi racun bagi para penerus bangsa. Sudah selayaknya di zaman yang serba modern ini berbagi hal yang berguna bukanlah sebuah kegiatan yang sulit untuk dilakukan. Tapi entah mengapa masih ada aja sebuah shitposting bertaburan buat penurus bangsa lalai dan bodoh.

Sudah saatnya kita untuk sadar, jangan jadi orang bodoh dan lalai lagi. Jadilah orang yang pintar yang nggak buat orang bodoh jadi terkenal. Orang bodoh terkenal yang sekarang hidup udah cukup keberadaannya, jangan buat lagi yang lainnya. Dan jangan biarkan sebuah shitposting yang mereka lakukan meracuni pikiran. Ingatlah kalau itu nggak ada maknanya.

Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

NEW

HOT

community.

absurd people.